Laporan bacaan part 9 " Kurikulum "

Komponen Kurikulum 

Kurikulum merupakan salah satu bagian penting terjadinya suatu proses pendidikan. Karena suatu pendidikan tanpa adanya kurikulum akan kelihatan amburadul dan tidak teratur. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam perkembangan kurikulum, khususnya di Indonesia.Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan sekaligus digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada berbagai jenis dan tingkat sekolah. Kurikulum menjadi dasar dan cermin falsafah pandangan hidup suatu bangsa,akan diarahkan kemana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa ini di masa depan, semua itu ditentukan dan digambarkan dalam suatu kurikulum pendidikan. Kurikulum haruslah dinamis dan terus berkembang untuk menyesuaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada masyarakat dunia dan haruslah menetapkan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.Sejak isu reformasi pendidikan digulirkan, maka banyak bermunculan gagasan-gagasan pembaharuan pendidikan. Reformasi sebagai sebuah gerakan yang memiliki perspektif sejarah politik monumental, karena era reformasi menjadi era pemerintahan substitusi pemerintahan orde baru. Tentunya gagasan reformasi pendidikan ini memiliki momentum yang amat mendasar dan berbeda dengan gagasan yang sama pada era sebelumnya. Arah reformasi dalam mewujudkan pengembangan pendidikan terkait dengan kebijakan kurikulum adalah ikut diperbaharuinya kurikulum yang ada sebelumnya dari kurikulum 1994 diperbaharui menjadi kurikulum 2004 atau KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Selang dua tahun kemudian KBK pun telah mengalami pembaharuan kembali menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) atau kurikulum 2006.

A. Pengertian Kurikulum
 Secara etimologi, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya“pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Itu berarti istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Yunani Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yangharus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish, kemudian di gunakan oleh dunia pendidikan.Secara terminologi, istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapaitingkatan tertentu secara formal dan dapat dipertanggung jawabkan. Para ahli mengartikan kurikulum itu yaitu:
1.Menurut Nasution,“Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.”
 2. Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran(out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran
3.Menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikandalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisikurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatuinstitusi pendidikan.
4. John Dewey 1902;5 kurikulum dapat diartikan sebagai pengajian di sekolah denganmengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini. Pembentukan kurikulummenekankan kepetingn dan keperluan masyarakat.
5.Frank Bobbit 1918,Kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman, yang tak terarahdan terarah, terumpu kepada perkembangan kebolehan individu atau satu siri latihan pengalaman langsung secara sedar digunakan oleh sekolah untuk melengkap danmenyempurnakan pendedahannya. Konsep beliau menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkanoleh sekolah.
6.Menurut Hasan Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Dengandemikian, pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana.Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Terdapatnya posisi pengembangan ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatih.
 
7. Hilda Taba ;196 Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakanuntuk dipelajari oleh siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah.
8. Menurut Saylor J Gallen & William N. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning”menyatakan Kurikulum adalah “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun diluar sekolah”.
 9. Menurut B. Ragan, beliau mengemukakan bahwa “Kurikulum adalah semua pengalaman anak dibawah tanggung jawab sekolah”.
 10. Menurut Soedijarto, “Kurikulum adalah segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi oleh siswa atau mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan”.
 Jadi, kurikulum itu merupakan suatu usaha terencana dan terorganisir untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada siswa dibawah tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan untukmencapai suatu tujuan. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran ataukegiatan-kegiatan belajar siswa saja tetapi segala hal yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.

 B. Prinsip-prinsip Kurikulum
 Oemar Hamalik (2001) membagi prinsip pengembangan kurikulum menjadi delapan macam,antara lain:
1. Prinsip Berorientasi Pada Tujuan
 Pengembngan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, yang bertitik tolak daritujuan pendidikan Nasional. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran dan upaya untukmencapai tujuan satuan dan jenjang pendidikan tertentu. Tujuan kurikulum mengadung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai. Yang selanjutnya menumbuhkan perubahantingkah laku peserta didik yang mencakup tiga aspek tersebut dan bertalian dengan aspek-aspekyang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional.
 2. Prinsip Relevansi (Kesesuaian)
  pengembanga kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan system penyampaian harus relevan(sesuai) dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa, serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan bacaan part 6" Karakteristik peserta didik"

Laporan bacaan part 10 " Manajemen Kelas "