" Aku dan kampung halaman "
Assalamualaikum warahmatuallahi wabarokatu.
Perkenalkan namaku Muya Sarah, Anak kedua dari ketiga bersaudara, kami dilahirkan dari seorang petani ,yang sangat saya cintai.
Saya lahir disebuah desa kubu kabupaten kubu raya, seperti anak anak lainnya yang lahir didesa, di karnakan saya mahasiswa jadi keseharian saya ialah diam dirumah saja, yakni belajar online dirumah, memasak, mencuci, dan membersihkan rumah saja, jauh dari hiruk hiruk kota. Saat saya libur kuliah online saya sibuk membantu orang tua saya menyiapkan bibit padi.
Yakni sebuah desa kecil embun dan semilir angin pagi menyapa setiap warga desa. Musim hujan telah tiba getaran petani sibuk menyiapkan tanaman padi di ladang ( sawah). Pagi pagi sekali sehabis sarapan para petani berduyun duyun pergi menjenguk sawahnya yang sudah di bajak kemarin ,guna menanam tanaman tanaman padi yang masih kecil.
Dan pada umumnya masyarakat desa, dan keseharian saya selalu diwarnai pagi dengan membantu orang tua disawah sorenya beristirahat , sangat berbeda jauh dengan diperkotaan yang selalu sibuk sendiri dengan aktivitasnya. Hidup didesa ternyata sangatlah indah, kesehatan pun terjamin, udara yang bersih, Mata air yang masih murni dan persediaan bahan makanan yang masih alami.
Waktu saya sekolah Dasar sekitar jam pulang sekolah saya dan teman teman saya pergi bermain disungai, ada yang sedang mandi, bermain perahu, dan mengambil buah lilin yang ada ditepian sungai dan masih ada banyak lagi yang kami lakukan saat bermain disungai, meskipun masih dalam skala kecil tapi membuat pelajaran untuk saya mengingat masa masa dimana saling berbahagia bersama.
Kubu merupakan penghasil bahan pertanian, buah kelapa, buah pinang, ikan dan masih banyak lagi makanan kebutuhan dan keperluan masyarakat didesa kami.
Ada pun sistem menanam padi didesaku yaitu ialah :
* Memilih benih padi yang berkualitas baik, yakni jika kita ingin meningkatkan hasil yang baik perlu proses budidaya yang baik juga .
* lanjut ke persiapan lahan, lahan juga harus dibajak terlebih dahulu.
* setelah benih padi, lanjut proses penyemaian benih padi benih benih padi yang sudah siap dapat segera diproses awal pembibitan.
* lalu persiapan lahan persemaian, lahan tanam dan persemaian harus dipisahkan meskipun bisa berada di sawah yang sama.
* lanjut keproses penanaman, cara yang paling tepat ialah dengan mencabut semua tanaman dari area persemaian.
* Lalu ketahap pemupukan tujuannya agar penanaman padi ini lebih subur tanpa hama.
* lanjut pengendalian ilalang dan gulma ,yakni proses dimulai masa tanam sampai masa panen.
* yang terakhir ialah panen padi, padi yang siap dipanen dari semua bulir sudah berwarna kuning, lalu keproses penjemuran selama satu hari setelah itu giling padi di mesin padi, tapi padi yang sudah siap digiling dan menghasilkan beras yang bagus dan berkualitas.
Jadi kita harus bangga lahir didesa, desa mengajarkan kita lebih giat bekerja, lebih mengutamakan kekelurgaan , toleransi kerja sama dan itulah salah satu yang membedakan desa dengan kota kota yang ada di Nusantara tercinta, desa adalah panutan, dan desa adalah pengajaran yang masih murni.
Itulah cerita kampung halaman saya, cerita ini akan terus diceritakan digenerasi ke generasi berikutnya walaupun cepat atau lambat akan hilang ditelan zaman.
Waasalamualaikum warahmatuallahi wabarokatu.
Komentar
Posting Komentar