Inspirasi Terbesarku

Ibuku Inspirasi Semangatku 

Ibuku adalah Emak begitulah caraku memanggilnya yakni seorang yang sangat cantik. Tingginya sekitar 145 cm, ibuku memiliki rambut keriting yang berwarna hitam dan berkilau. Dia juga memliki hidung yang sedikit Mancung  dan sebuah yang membuatnya cantik. Matanya berwarna Hitam seperti mataku. Ibuku memilki warna kulit coklat muda seperti kebanyakan wanita-wanita Indonesia pada umumnya. Bibir merah dan gigi putihnya memberikan perpaduan sebuah senyuman yang sangat indah. Ibuku lumayan  gemuk Menurutku berat badanya cukup proposional. Berat badanya sekitar 58kg
Dia adalah orang yang sangat baik, ramah dan sabar. Ibuku sangat mencintai keluarganya. Dia merupakan seorang ibu yang terbaik di dunia ini. Dia menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga dengan baik dan tidak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Meskipun dia sangat sibuk Pergi kesawah  dia tidak pernah melupakan keluarganya. Ibuku sangat mencintai kebersihan. Dia selalu menjaga rumahnya agar tetap bersih dan sehat. Selain sebagai ibu yang baik, ibuku merupakan chef terhebat yang pernah ada. Dia sangat pintar membuat masakan yang enak. Aku sangat menyukai masakanya terutama  Sayur asam pedas buatannya.
Ibu adalah orang yang melahirkan kita ke dunia. Ibu adalah wanita yang sangat aku cinta. Ia adalah wanita yang telah membesarkanku, merawatku, mendidikku, dan orang yang sangat aku kagumi. Ia adalah wanita yang sangat tangguh, penyayang, penyabar, pantang menyerah, dan tiada kasih yang terputus darinya untukku. Menurutku, kasih ibu tiada pernah terbayarkan oleh apapun selain bagaimana kita bisa membuatnya bangga.
Ibuku bernama Nurhalizah, berusia 47  ibuku orang yang sederhana, kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga Dan seorang petani , dan Bersama - sama Ayah dalam mengurus pekerjaan disawah. Ibu orang yang sangat kuat, ia bisa membagi waktu dalam mengurus keluarga, anak maupun suami. Ia memiliki banyak pekerjaan, namun ia tidak pernah mengeluh dan lelah dalam mengurus pekerjaannya setiap hari. Sebagai ibu rumah tangga, kehidupan ibu sangat sibuk, mengurus semua kebutuhan keluarga, bahkan ibu harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan sarapan untuk keluarga, membersihkan rumah, dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan pekerja dalam mengurus menanam padi di sawah.
Ibuku sudah tidak muda lagi, ia lahir pada tanggal 20 November 1975, namun ia tetap semangat dan pantang menyerah dalam melakukan rutinitas setiap hari. Bila ada waktu luang, ibuku sangat memanfaatkannya untuk Mengaji dalam bentuk Pengajian kelompok dengan ibu - ibu antar dusun  Walaupun, ibuku tidak lulusan dari perguruan tinggi, ia bisa mengurus keluarga dengan sangat baik. Ibuku adalah wanita yang sangat tangguh, ia rela mengurus semuanya demi kebahahagiaan keluargaku.
Ibuku sangat hobi memasak, karena sudah terbiasa memasak dari remaja, maka ia juga mengajariku untuk melakukan apa yang ia sukai, agar aku juga bisa memasak sepertinya. Ibuku tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli yang tidak dibutuhkan, ibuku selalu mengajari aku untuk berhemat. Aku belajar banyak hal dari ibuku, dalam hidupku, tanpanya aku tidak akan pernah ada didunia dan tanpanya pula aku tidak akan pernah menjadi seperti ini. Aku Selalu  bangga mempunyai ibu sepertinya.
Ibu yang selalu aku banggakan, ibu yang selalu bisa membuat anak-anaknya bahagia, dan demi kebahagiaan anak-anaknya Ayah  dan ibu harus bekerja keras setiap hari. Ibuku tidak pernah bermalas-malasan karena ibuku tahu bahwa kesuksesan akan tercapai jika kita rajin berusaha dan berdo’a, itu yang ibu ajarkan kepadaku. 
Kasih ibu hadir sepanjang masa. Bahkan tak akan terbalas oleh anak–anaknya, apa yang telah diberikan oleh ibu. Sosok yang terus ada dengan penuh kasih dan sayang menjaga anak–anak serta keluarganya. Betapa besar peranan seorang ibu dalam meng asihi dan mendidik anak-anaknya. Bahkan, bila diban dingkan dengan ayah, peran ibu jauh lebih besar dalam mendidik anak-anaknya.
Seperti yang telah ditegaskan Rasulullah SAW dalam ha dits nya yang berasal dari pertanyaan seorang sahabat. "Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini." Rasul menjawab, "Ibumu." Kemudian dia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab, "Ibumu." "Kemudian lagi, ya Rasul," tanya orang itu. "Rasul menjawab, "Ibumu." Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; "Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?" "Bapakmu," jawab Rasulullah.
Dari hadits tersebut secara jelas, kita semua wajib menghor mati lebih tinggi sosok ibu di dunia ini. itulah pen ting nya setiap anak memberikan rasa hormat dan patuh ke pa da kedua orang tuanya, terutama ibunya. Sebab, kasih sa yang yang diberikan seorang ibu, melebihi sayangnya terha dap yang lain. Mereka rela berkorban segalanya demi si buah hati yang dicintainya. Mereka rela merasakan panasnya ma ta hari di siang hari, dan dingin di waktu malam, tanpa pernah lelah untuk melindungi anak–anak dan keluarganya.
Semua diberikan tanpa pamrih apapun kepada kita se mua. Ia menjadikan pangkuannya sebagai ayunan. Mem be rikan semua kebaikan dan apabila kita sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa. Bahkan terasa panjang sekali kesedihannya dan ia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu. Jika seandainya dipi lih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu. Tentu tak pantas kita semua membalasnya dengan akhlak yang tidak baik. Ia selalu mendoakan anak-anaknya dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat usianya renta, sangat pantas kita semuanya menyempatkan untuk membelai dan membahagiakannya.
Tak jarang memang, kita semua kenyang dalam keadaan ia lapar. Itu semua ibu lakukan demi si buah hati yang disa yanginya. Pengorbanan luar biasa tersebut jangan pernah kita lupakan. Mudahkanlah segala urusan kita dengan menjaga, merawat, dan membahagiakan orang tua, terutama ibu. Karena tak tau juga, sampai kapan kita akan terus ditemani sosok ibu. Maka sebelum penyesalan menyergap kita, di momen-momen bahagia ini, kita bahagiakan ibu. Bidadari yang tak kenal waktu dan lelah dalam merawat dan memberikan waktunya kepada  Suami dan anak–anaknya
Saya sayang akan  ibu dan berasa sangat gembira apabila melihat ibu tersenyum. Saya berjanji akan belajar bersungguh-sungguh sampai menjadi sarjana Yakni tercapai pula cita - cita saya yang ingin menjadi seorang guru  dan akan sentiasa membuatkan ibu gembira. Saya doakan semoga ibu berbahagia selalu Sehat lahir dan Batin .
Aku tidak pernah melihat ada sesuatu sekuat dirimu Ibu , aku tidak pernah melihat siapapun setegar dirimu Ibu, aku ingin suatu hari aku menjadi seperti dirimu Ibu , Terima kasih ibu Telah menjadi inspirasi semangat ku ,biarkan lelahmu menjadi Lillah dan Semoga Allah membalasnya dengan Surga .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan bacaan part 9 " Kurikulum "

Laporan bacaan part 6" Karakteristik peserta didik"

Laporan bacaan part 10 " Manajemen Kelas "