Laporan bacaan part 5 " Karakteristik peserta didik "

Karakteristik peserta didik 


 Terkadang, seorang guru baru akan mengernyitkan dahi di hari-hari pertamanya mengajar karena terkejut melihat polah tingkah siswa. Beberapa sikap siswa itu tidak seperti yang dibayangkan. Betapa guru baru ini harus memutar otak mencari cara yang paling tepat agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik sesuai dengan karakteristik siswanya. Ya, memahami karakteristik siswa SD salah satunya bertujuan memudahkan guru dalam memilih metode mengajar yang tepat dalam pembelajaran. Tidak mungkin mengajar anak SD menggunakan metode yang sebenarnya lebih cocok diterapkan untuk orang dewasa. Seperti lebih banyak ceramah dan sedikit ekspresif, maka cenderung membuat anak didik kita cepat bosan.

Nah, seperti apa karakateristik siswa SD secara umum,.Berikut 5 diantaranya.
~  Senang bergerak
Siswa sekolah dasar dapat duduk dengan tenang maksimal sekitar 30 menit, setelah itu mereka cenderung untuk melakukan gerakan-gerakan baik disadari maupun tidak. Dengan demikian, guru harus memfasilitasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bergerak bebas seperti bergerak sebagai bentuk ice breaking, mencoba, memeragakan, dan lain-lain.
~ Senang bermain
Siswa sekolah dasar akan termotivasi untuk belajar ketika pembelajaran difasilitasi dengan permainan karena dunia mereka adalah dunia bermain yang penuh kegembiraan. Guru harus memfasilitasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bermain yang relevan dengan materi pembelajaran yang hendak dikuasai siswa.
~ Senang berimajinasi dan berkarya
Siswa sekolah dasar cenderung senang berimajinasi dan membuat sesuatu sesuai apa yang dibayangkannya. Guru harus memfasilitasi pembelajaran yang dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas siswa, misalnya memfasilitasi siswa untuk menghasilkan sebuah karya yang relevan dengan materi pembelajaran. Guru selalu mengklarifikasi hasil karya siswa misalnya tentang maksud dari karyanya dan memberikan penghargaan terhadap hasil karya siswa.
~ Senang melakukan sesuatu secara langsung
Siswa sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret, sehingga materi pembelajaran prosedural yang biasanya disampaikan oleh guru melalui ceramah akan dapat lebih dipahami oleh siswa jika mereka dapat mempraktikkan sendiri secara langsung materi pembelajaran tersebut. Guru harus menjadi model ketika siswa mempraktikkan pengetahuan prosedural misalnya melalui demonstrasi sehingga siswa dapat melakukannya dengan aman dan benar.
~ Senang bekerja dalam kelompok
Siswa sekolah dasar mulai intens bersosialisasi, mencari teman bermain, dan bermain bersama teman-temannya. Pembelajaran harus memfasilitasi siswa untuk bekerjasama, gotong royong, bekerja dalam kelompok misalnya dengan menerapkan pendekatan kooperatif sehingga siswa dapat belajar banyak hal dari siswa lainnya.

Indonesia pada saat ini, anak usia SD dimulai dari 6 tahun sampai dengan 12 tahun. Secara psikologis, periode ini dikategorikan Masa Kanak-kanak Akhir. Para pendidik masa tersebut sebagai “Masa Sekolah Dasar” sedangkan para psikolog menyebutnya sebagai “Masa Berkelompok” atau “Masa Penyesuaian Diri”, Sebutan Masa Sekolah Dasar, merupakan periode keserasian bersekolah, artinya anak sudah matang untuk bersekolah. Adapun kriteria keserasian bersekolah adalah sebagai berikut.
Anak harus dapat bekerja sama dalam kelompok dengan teman-teman sebaya, tidak boleh tergantung pada ibu, ayah atau anggota keluarga lain yang dikenalnya. Anak memiliki kemampuan sineik-analitik, artinya dapat mengenal bagian-bagian dari keseluruhannya, dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.
Secara jasmaniah anak sudah mencapai bentuk anak sekolah, Sementara itu sebutan Masa berkelompok dan Masa Penyesuaian Diri dikaitkan dengan keinginan anak-anak untuk diterima teman-teman sebayanya sebagai anggota kelompok, serta pentingnya penyesuaian diri di dalam kelompoknya. Setiap anak adalah pelajar yang unik, memiliki kepribadian singular, latar belakang pengalaman, dan cara belajar tertentu.

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
Menurut Preston, anak usia sekolah dasar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Anak merespons (menaruh perhatian) terhadap bermacam-macam aspek dari dunia sekitarnya. Anak secara spontan menaruh perhatian terhadap kejadian-kejadian-peristiwa, benda-benda yang ada di sekitarnya. Mereka memiliki minat yang luas dan tersebar di sekitar lingkungannya. 
1. Anak adalah seorang penyelidik, anak memiliki dorongan untuk menyelidiki dan menemukan sendiri hal-hal yang ingin mereka ketahui.
2. Anak ingin berbuat, ciri khas anak adalah selalu ingin berbuat sesuatu, mereka ingin aktif, belajar, dan berbuat .
3. Anak mempunyai minat yang kuat terhadap hal-hal yang kecil atau terperinci yang seringkali kurang penting/bermakna
4. Anak kaya akan imaginasi, dorongan ini dapat dikembangkan dalam pengalaman-pengalaman seni yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS sehingga dapat memahami orang-orang di sekitarnya. Misalnya pula dapat dikembangkan dengan merumuskan hipotesis dan memecahkan masalah.
5. Berkaitan dengan atmosfer di sekolah, ada sejumlah karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa SD berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD.

1. Karakteristik pada Masa Kelas Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3)
•Ada hubungan kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah 
• Suka memuji diri sendiri Apabila tidak dapat menyelesaikan sesuatu, hal itu dianggapnya tidak penting 
• Suka membandingkan dirinya dengan anak lain dalam hal yang menguntungkan dirinya e. Suka meremehkan orang lain

2. Karakteristik pada Masa Kelas Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6).
• Perhatianya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari
• Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis
• Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus
• Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah

Memahami ciri-ciri anak tersebut dalam rangka kesiapan suatu pembelajaran. Untuk dapat menghadapi bahan belajar dengan baik, siswa dituntut menunjukkan adanya perhatian. Perhatian seseorang terhadap sesuatu dapat ditunjukkan dari gerak-geriknya. Sebagai contoh seorang guru memberi tugas kepada siswanya untuk mengamati lalu lintas di dekat sekolahnya, ternyata semua siswa tampak serius mencatat, berdiskusi dengan temannya dengan wajah ceria. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswa menjalankan tugas guru dengan baik dan penuh perhatian. Tetapi jika terjadi hal yang sebaliknya, misalnya anak-anak hanya main sendiri, tidak mau mencatat dan berdiskusi, berarti siswa kurang atau tidak ada perhatian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan bacaan part 9 " Kurikulum "

Laporan bacaan part 6" Karakteristik peserta didik"

Laporan bacaan part 10 " Manajemen Kelas "