Laporan Bacaan Part 7 " Manajemen Kurikulum "


Manajemen Kurikulum

Menurut Sergiovanni, mengatakan bahwa manajemen sebagai process of working with and through others to accomplish organizational goals efficiently (manajemen sebagai proses kerja melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien). Selain itu dalam manajemen meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengerahan (leading), dan pengawasan (controlling).
Sedangkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah. Menurut Saylor, Alexander, dan Lewis kurikulum merupakan segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa agar dapat belajar, baik dalam ruangan kelas maupun di luar sekolah.

Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianut. Hamalik (2007: 5) menyatakan bahwa terdapat tujuh pandangan mengenai kurikulum, yaitu:
1. Kurikulum sebagai suatu program kegiatan yang terencana;
2. Kurikulum sebagai hasil belajar yang diharapkan;
3. Kurikulum sebagai reproduksi kultural;
4. Kurikulum sebagai kumpulan tugas dan diskrit;
5. Kurikulum sebagai agenda rekonstruksi sosial;
6. Kurikulum sebagai curere: dan
7. Sudut pandang berbeda antara kurikulum lama dan kurikulum baru.

Dari pendapat di atas dipahami bahwa Kurikulum merupakan rencana pendidikan yang memberi pedoman tentang jenis, lingkup dan urutan materi, serta proses pendidikan. Jika dikaitkan dengan pendidikan maka kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan mem perhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan manusia seutuhnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Hamalik, 1995:19).  Tujuan yang hendak dicapai harus teruraikan dalam program yang termuat dalam kurikulum, bahkan program itulah yang mencerminkan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.

Manajemen kurikulum adalah kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan perkembangan kehidupan peserta didik, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan kokoh dan kuat. Salah satu landasan memperkuat bangunan kurikulum adalah landasan manajerial, sehingga manajemen kurikulum perlu dikembangkan dalam menyusun kurikulum baru, atau mengembangkan kurikulum yang sudah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum adalah proses mendayagunakan semua unsur manajemen dalam rangka memaksimalkan pencapaian tujuan kurikulum pendidikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan.
Dalam konteks KTSP, Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap berikut.
1. Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai: 1) analisis kebutuhan; 2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofi; 3) menentukan desain kurikulum; 4) membuat rencana induk: pengem bangan, pelaksanaan dan penilaian.

2. Tahap pengembangan, meliputi langkah-langkah: 1) perumusan rasional atau dasar pemikiran; 2) perumusan visi, misi dan tujuan; 3) penentuan struktur dan isi program; 4) pemilihan dan pengorganisasian materi; 5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; 6) pemilihan sumber, alat dan sarana belajar; 7) penentuan cara mengukur hasil belajar.

3. Tahap implementasi atau pelaksanaan meliputi langkah: 1) penyusunan rencana pembelajaran; 2) penjabaran materi; 3) penentuan strategi dan metode pembelajaran; 4) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran; 5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar dan 6) setting lingkungan pembelajaran.

4. Tahap penilaian; untuk melihat sejauh mana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilaian kurikulum dapat mencakup context, input, proses, produk (CIPP). Penilaian produk berfokus pada mengukur pen capaian proses pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif).

Menurut Dinn Wahyudin lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Pada satuan tingkat pendidikan kegiatan kurikulum lebih mengutamakan untuk merealisasikan dan merelevansikan antara kurikulum nasional dalam bentuk standar kompetensi atau kompetensi dasar dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah yang bersangkutan sehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang integritas dengan peserta didik maupun dengan lingkungan dimana sekolah itu berada. 

Sedangkan menyangkut prinsip, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yakni sebagai berikut.
1. Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum.

2. Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berdasarkan demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum.

3. Kooperatif, untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerja sama positif dari berbagai pihak yang terlibat.

4. Efektivitas dan efisiensi, rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum.

5. Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum.

 Ada beberapa fungsi dari manajemen kurikulum, diantaranya: 1) meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum; 2) meningkatkan keadilan dan kesepakatan kepada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal; 3) meningkatkan relevansi dan efektifitas pem belajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan. Sekitar peserta didik; 4) meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas peserta didik; 5) meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar; 6) meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan.

Karakteristik manajemen kurikulum:
1. Karakteristik Perencanaan Kurikulum
Terdiri dari: 1) Pengertian Perencanaan Kurikulum; 2) Fungsi Perencanaan Kurikulum; 3) Model Perencanaan Kurikulum; 4) Desain Kurikulum.

2. Karakteristik Pengorganisasian Kurikulum
Ada beberapa bentuk organisasi kurikulum yang masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri, yaitu:
a. Kurikulum mata pelajaran;
b. Kurikulum dengan mata pelajaran berkolerasi;
c. Kurikulum bidang studi;
d. Kurikulum integrasi; memiliki ciri-ciri antara lain: 1) berdasarkan psikologi belajar, 2) berdasarkan kebutuhan, minat dan tingkat per kembangan siswa, 3) sistem penyampaian menggunakan sistem pengajaran unit, 4) peran guru sama aktifnya dengan peran siswa.
e. Kurikulum inti; memiliki dua ciri-ciri yakni ciri-ciri pokok dan ciri ciri umum. Ciri-ciri pokok antara lain core pelajaran meliputi pengalaman pengalaman yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan semua siswa. Adapun ciri-ciri umum antara lain: a) perencanaan oleh guru-guru secara kooperatif; b) pengalaman belajar disusun dalam unit-unit yang luas komprehensif berdasarkan tantangan, minat, kebutuhan, dan masalah dari kalangan siswa dan masyarakat sekitarnya; c) guru dan siswa saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik; d)pengalaman-pengalaman belajar bersifat fungsional serta melibatkan banyak kegiatan dan tanggung jawab terhadap para siswa.

Kegiatan manajemen kurikulum berkaitan dengan dua hal, yaitu: berkaitan dengan tugas guru, dan berkaitan dengan proses pembelajaran.

a. Kegiatan yang berkaitan dengan tugas guru. Kegiatan yang berkaitan dengan tugas guru ini meliputi:
1) Pembagian tugas membelajarkan, pembagian tugas biasanya dilakukan dalam rapat guru pada awal tahun pembelajaran atau menjelang awal semester baru.
2) Pembagian tugas membina kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan tambahan diluar kurikulum yang berlaku ini seperti kegiatan pramuka, koperasi, unit kesehatan sekolah, olahraga, kesenian, dan lain-lain.

b. Kegiatan yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajaran meliputi:
1) Penyusunan jadwal pmbelajaran.
2) Penyusunan program pembelajaran.
3) Pengisian daftar kemajuan kelas, menggambarkan tentang kemajuan kelas tentang penguasaan materi pelajaran.
4) Kegiatan mengelolah kelas.
5) Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.
6) Laporan hasil pembelajaran.
7. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan bacaan part 9 " Kurikulum "

Laporan bacaan part 6" Karakteristik peserta didik"

Laporan bacaan part 10 " Manajemen Kelas "