Laporan Bacaan Part 8 "Kurikulum "

Komponen Kurikulum 

Kurikulum adalah sebuah sistem, sebagai suatu sistem kurikulum mempunyai komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling mendukung dan membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan karena kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu. Komponenkomponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen yaitu:

1.        Komponen Tujuan

Tujuan kurikulum pada hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. mengingat kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan dalam sistem pendidikan nasional tujuan umum pendidikan dijabarkan dari sebuah falsafah bangsa yakni Pancasila perumusan Tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah kurikulum.

Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam kurikulum, pertama, tujuan erat kaitannya dengan arah dan sasaran yang harus dicapai oleh setiap upaya pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dengan demikian perumusan Tujuan merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam sebuah kurikulum.

Kedua melalui tujuan yang jelas maka dapat membantu para pengembang kurikulum dalam mendesain model kurikulum yang dapat digunakan membantu guru dalam mendesain sistem pembelajaran artinya dengan tujuan yang jelas dapat memberikan arahan kepada guru dalam menentukan bahan dan materi yang harus dipelajari, menentukan metode dan strategi pembelajaran menentukan alat media dan sumber pembelajaran serta merancang alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan belajar siswa.

Ketiga, tujuan kurikulum yang jelas dapat digunakan kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran titik artinya melalui penetapan tujuan Para pengembang kurikulum termasuk guru dapat mengontrol sampai dimana siswa telah memperoleh kemampuan-kemampuan sesuai dengan tujuan dan tuntutan kurikulum yang berlaku dengan tujuan dapat ditentukan daya serap siswa dan kualitas suatu sekolah.

Pada tujuan pendidikan memiliki klasifikasi mulai tujuan yang paling umum hingga tujuan khusus yang dapat diukur yang akan kompetensi tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:

a. Tujuan pendidikan nasional (TPN) adalah merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia sesuai dengan rumusan itu baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal formal maupun nonformal.

b.    Tujuan institusional

Tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan dengan kata lain tujuan ini dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka semua menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu.

c.    Tujuan kurikuler

Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran, tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki anak didik serta mereka yang menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan Untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan dengan demikian setiap tujuan kurikuler yang dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.

d.   Tujuan pembelajaran / instruksional

Tujuan pembelajaran atau tujuan yang disebut dengan tujuan instruksional merupa-kan tujuan yang paling khusus tujuan pembelajaran adalah kemampuan kom-petensi atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu hal ini dinyatakan bahwa karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran di suatu sekolah tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru sebelum melakukan proses pembelajaran mengajar guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dikuasai oleh anak didik setelah mereka selesai mengikuti pelajaran. 

2.        Komponen Materi/ Isi

Komponen Isi atau materi pelajaran, kurikulum merupakan komponen yang berhubungan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum meliputi jenis jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Jadi ia berdasarkan kriteria apakah suatu bidang studi menopang tujuan institusional atau tidak. Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan yang dikembangkan.

Dalam praktiknya, untuk menentukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut:

a. Sahih (valid): dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benarbenar telah teruji kebenaran dan keshahihannya.

b.  Tingkat kepentingan materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik dan sejauh mana materi tersebut penting untuk dipelajari

c.   Kebermaknaan: materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non-akademis manfaat akademis: yaitu memberikan dasar-dasar pengetahuan dengan keterampilan yang akan dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan lebih lanjut sedangkan manfaat non akademik adalah dapat mengembangkan kecakapan hidup dan sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

d. Layak dipelajari: materi memungkinkan untuk dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitannya maupun aspek kelayakan terhadap memanfaatkan materi dan kondisi setempat.

e.    Menarik minat

Materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut menumbuhkan rasa ingin tahu, sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri. 

3.        Komponen Strategi atau metode

Komponen strategi yang dimaksud adalah strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah atau di Madrasah. Kurikulum dalam pengertian program pendidikan masih dalam tahap harapan yang harus diwujudkan secara nyata di sekolah sehingga mempengaruhi dan mengantarkan anak didik pada tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, kemampuan strategis pelaksanaan memegang peranan penting Bagaimana baiknya kurikulum sebagai rencana yang dapat diwujudkan pelak-sanaannya tidak akan membawa hasil yang diharapkan.

Dalam praktik implementasi kurikulum sekolah, sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia selama ini, setidaknya dapat diidentifikasi dua kelompok strategi pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Learning) (TCL) dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) (SCL). Masing-masing strategi tersebut memiliki karakter yang berbeda TCL memiliki karakteristik sebagai berikut:

a.    Lebih menekankan pada lebih menekankan pada penguasaan.

b.    Biasanya memanfaatkan media tunggal.

c.    Fungsi dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator.

d.   Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah.

e.    Menekankan pada jawaban yang benar saja.

f.     Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin ilmu saja.

g.    Iklim belajar lebih individualis dan kompetitif.

h.    Hanya mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran.

i.      Perkuliahan merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran.

j.      Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran.

k.    Penekanan pada bagaimana cara dosen melakukan pembelajaran

Strategi SCL memiliki karakteristik sebagai berikut:

a.    Mahasiswa secara aktif terlibat dalam mengelola pengetahuan

b.    Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi tetapi juga dalam pengembangan karakter mahasiswa

c.    Memanfaatkan banyak media

d.   Sebagai fasilitator dan evaluator

e.    Sesuai untuk pengembangan ilmu dan cara pendekatan interdisipliner

f.     Iklim yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif

g.    Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan

h.    Mahasiswa dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja tetapi dapat menggunakan berbagai jenis kegiatan.

Terdapat beragam metode pembelajaran untuk scl diantaranya adalah: 1).small group, 2). Roleplay, 3). Case study, 4). Discovery learning, 5). Contextual instruction (CI), 6) Project based learning (PJBL), 7) problem based learning dan Inquiry (PBL).

4.        Komponen media (sarana dan prasarana)

Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media dalam pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan pada peserta didik akan mempermudah peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran. 

5.        Komponen Evaluasi

Evaluasi merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan formal. Bagi guru, evaluasi dapat menentukan efektifitas kinerjanya saat ini; sedangkan bagi pengembang kurikulum evaluasi dapat memberikan informasi untuk perbaikan kurikulum evaluasi dapat memberikan informasi untuk perbaikan kurikulum yang sedang berjalan. Menurut Tyler dalam Sukiman, memberikan pengertian evaluasi berfokus pada upaya untuk menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada hasil belajar (behavior).

Evaluasi sering dianggap sebagai kegiatan akhir dari suatu proses kegiatan. Evaluasi sebagai alat untuk melihat keberhasilan dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tes dan non tes.

a.    Tes, harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas dan reabilitas. Jenis-jenis tes terdiri atas tes hasil belajar yang dapat dibedakan atas beberapa jenis. Berdasarkan jumlah peserta, tes hasil-hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes kelompok dan tes individu.

b.    Non tes, adalah alat evaluasi yang digunakan uuntuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. ada beberapa jenis non tes sebagai alat evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, study kasus, skala penilaian.

Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran, evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, akan tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja nya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan bacaan part 9 " Kurikulum "

Laporan bacaan part 6" Karakteristik peserta didik"

Laporan bacaan part 10 " Manajemen Kelas "